BOKEP MEKI.CLUB
Showing posts with label cerita seks. Show all posts
Showing posts with label cerita seks. Show all posts

Disetubuhi Orang Asing


Aku merupakan perempuan   berumur 25 tahun, sekarang saya tinggal sendirian pada rumahku yg terletak pada galat satu komplek yang disebut sebagian orang menjadi komplek orang berduit pada wilayah Jakarta. Aku merupakan janda tanpa anak, suamiku telah mangkat  enam bulan yang lalu lantaran kecelakaan. Saat itu usia perkawinan kami baru menginjak tahun kedua. Rumah yang kutempati ini adalah hadiah perkawinan untukku, suamiku membeli tempat tinggal   ini atas namaku. “Sebagai bukti ketulusan sayangku padamu” katanya. Rumah-tempat tinggal   pada komplekku terbilang saling berjauhan lantaran masing-masing tempat tinggal   memiliki pekarangan yg luas. Hidup pada Jakarta mengakibatkan aku  juga tidak begitu mengenal tetanggaku. Kami masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri.


Domino QQ - Sering saya merasa kesepian tinggal sendiri di tempat tinggal   ini, tapi saya tidak mau menggunakan jasa pramuwisma, aku  ingin mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri. Alasanku pada mama sih izin saya terdapat kesibukan pada rumah, cita rasanya lebih enjoy kalau semua dikerjakan sendiri. Malam itu saya pulang agak larut karena baru pulang berdasarkan program ulang tahun temanku. Setelah mengunci pintu depan aku  mencari-cari kontak lampu lantaran suasana rumahku masih gelap. Aku berangkat berdasarkan tadi siang untuk bantu-bantu pada acara ulang tahun tersebut. Begitu lampu menyala, aku  eksklusif menuju kamarku buat mengubah baju yang kotor. Ku melepaskan semua pakaianku lalu menyimpan baju kotorku pada keranjang yg memang kusediakan pada kamar buat pakaian kotor. Sungguh saya kini   telanjang bundar . Aku merasa sendiri di rumahku sehingga aku  merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur pada keadaan telanjang.

Aku masuk ke kamar mandi buat membersihkan badanku. Selesai mandi cita rasanya badanku terasa segar. Kemudian duduk kalem menonton TV di ruang tengah sambil minum susu hangat. Aku hanya melilitkan handuk pada badanku, sembari mengeringkan rambutku menggunakan kipas angin. Aku buka channel TV sana-sini. Acaranya nir ada yang menarik hatiku. Iseng-iseng aku  menonton film BF koleksi suamiku. Aku pernah protes padanya karena beliau menonton film begituan. Dia hanya tersenyum & berkata bahwa beliau mencari style bercinta untukku. Di film itu laki-laki  bule sedang mencumbu seorang wanita asia yg kelihatannya begitu menikmati cumbuan menurut laki-laki  bule. Aku sedikit terangsang melihat adegan itu, seandainya suamiku masih ada…. Aku melepaskan handuk yang melilit badanku, kemudian mengelus-elus payudaraku sendiri menggunakan lembut. Payudaraku memang nir begitu akbar, akan tetapi suamiku selalu memujiku menggunakan sebutan montok.

Untuk urusan mengurus badan, aku  memang agak telaten. Karena bagiku kecantikan wanita dan kemulusan badan itu merupakan harga mati. Aku tidak menyadari sama sekali jikalau terdapat sepasang mata yang memperhatikan kegiatanku Kuelus-elus butir dadaku dengan lembut sampai terus jelas menyebabkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-datang tiba & hasratku jadi memuncak, cita rasanya aku  ingin berlama-lama  , matakupun tidak terasa mulai sayu merem melek merasakan rangsangan.
http://bit.do/SitusJudiOnline 

Poker QQ - Kali ini bukan lagi belaian yg kulakukan, tapi aku  telah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku menggunakan menggunakan mak   jari & jari telunjukku. Nikmat sekali cita rasanya. Tanganku perlahan-huma turun mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir vaginaku, saya pun merasakan darah yg mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada umumnya. Aku terangsang sekali, liang vaginaku telah dibanjiri sang lendir yang keluar membasahi bibir vaginaku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan & kugesek-gesek klitorisku menggunakan jariku sendiri sampai saya pun tidak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu.

Badanku melengkung merasakan kenikmatan, kukangkangkan pahaku semakin lebar. Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai buat menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku. Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku. Ujung jariku menunjuk ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Liang vaginaku sudah benar-benar basah sang lendir yg licin sampai menggunakan mudahnya menyeruak masuk ke pada liang vaginaku.

Kini jari tangan kiriku sudah nir perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi sampai kualihkan tugasnya buat menggesek-gesek klitorisku. Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang vaginaku. Jari-jariku menyentuh & menggesek-gesek dinding vaginaku bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh G-spot, punggung dan kepalaku jadi tersandar bertenaga pada sofa di ruang tengah, seakan-akan tubuhku melayang-layang dengan kenikmatan tiada tara.

Aku telah benar-banar mencapai puncaknya buat menuju titik puncak ketika ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar berdasarkan pada rahimku, ini indikasi saya akan segera mencapai orgasme. Lelaki itu berpostur tinggi juga & mengimbangi tinggiku, dan usianya yg saya rasa nir jauh beda menggunakan usia suamiku disertai menggunakan otot-otot lengannya yg nampak gempal ketika menahan tubuhku yg terus berontak.

Dia lalu menyeretku menuju ke kamar tidurku. Aku 1/2 dibantingkannya ke ranjang. Dan saya sahih-sahih terbanting. Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu. Aku meraung, menangis dan berteriak sejadi-jadinya, tapi hanya terdengar gumaman dari mulutku karena beliau membekap mulutku. Hingga akhirnya, sehingga saya menyadari tidak ada gunanya lagi berontak maupun berteriak. Sesudah itu beliau tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya. Dia nampak berusaha menenangkan saya, menggunakan cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku. Dia berbisik dalam desahnya, “Ayolah cantik, jangan lagi memberontak. Percuma khan, jarak antar tempat tinggal   pada komplek ini relatif berjauhan. Lagian kalaupun ada yg tahu mereka nir akan berani menggangu”.

http://bit.do/SitusJudiOnline

Bandar Online - Aku berpikir cepat menyadari istilah-ucapnya itu dan sebagai sangat risi. Laki-laki ini seakan-akan sengaja memperhitungkan keadaan. Kemudian dengan tersenyum beliau benamkan wajahnya ke ketiakku. Dia menciumi, mengecup & menjilati lembah-lembah ketiakku. Dari sebelah kanan kemudian pindah ke arah kiri. Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah. Tangan-tangannya menjamah dan menelusup lalu mengelusi pinggulku, punggungku, dadaku. Tangannya jua meremas-remas susuku. Dengan jari-jarinya beliau memilin puting-puting susuku.

Disini dia melakukannya mulai menggunakan lembut & demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir mampu menundukkan aku  menggunakan caranya yang demikian itu. Aku terus berontak pada geliat.. Namun saya bagaikan mangsa yg siap diterkam. Aku sesenggukan melampiaskan tangisku pada sepi. Tak terdapat bunyi menurut mulutku yang tersumpal. Yang terdapat hanya air mataku yg meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamar. Aku merasa sakit atas ketidak adilan yg sedang kulakoni. Kini lelaki itu menatapku. Aku menghindari tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku,

“Kamu manis banget….. ” beliau berusaha menenangkanku.
Dia pula menciumi tepian bibirku yg tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus lantaran tidak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dengan pelan & mengelusinya semakin lembut. Betapa saya dilanda perasaan malu yg amat sangat. Hanya suamiku yg melihat auratku selama ini, tiba-tiba terdapat seorang lelaki asing yg demikian saja merabaiku & menyingkap segala kerahasiaanku.

Aku merasakan betisku, pahaku lalu gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya. Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat sampai kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku.

“ Ah…..” Bukan main. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Juga nir begini suamiku selama ini. Aku tidak kuasa menolak seluruh ini. Segala berontakku kandas. Kemudian saya merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.

Lidah itu sangat pelan menyapu & sangat lembut. Darahku berdesir. Duniaku seakan-akan berputar & aku  tergiring dalam tepian samudra yg sangat mungkin akan menelan & menenggelamkan saya. Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yang sangat tak mampu kulawan. Aku mencicipi lidah-pengecap lelaki ini seakan sebagai seribu lidah. Seribu lidah lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Seribu pengecap lelaki inilah yg menyeretku ke tepian samudra lalu menyeret saya buat tertelan & tenggelam. Aku tak bisa pungkiri.

Aku sedang jatuh pada lembah nikmat yang sangat dalam.. Aku sedang terseret dan karam dalam samudra nafsu birahiku. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku yg sudah enam bulan tidak terlampiaskan sejak suamiku mangkat . Dan ketika kombinasi lidah yg menjilati selangkanganku & sekali waktu & jari-jari tangannya yg mengelusi paha pada wilayah zenit-puncaknya rahasiaku, saya semakin tidak sanggup menyembunyikan rasa nikmatku.

Isak tangisku terdiam, berganti dengan desahan menurut balik  kain yang menyumpal mulutku. Dan saat kombinasi olahan bibir & lidah dipadukan menggunakan bukan lagi sentuhan tetapi remasan dalam kemaluanku, desahanku berganti dengan rintihan yang penuh derita nikmat birahi. Laki-laki itu datang-tiba merenggut sumpal mulutku. Dia begitu yakin bahwa saya telah tertelan pada syahwatku.
Ayolah, sayang.. Mendesahlah.. Merintihlah.. Puaskan aku …..”

Aku mendesah & merintih sangat histeris. Kulepaskan dengan liar derita nikmat yang melandaku. Tetapi kini   aku  menangis, mengucurkan air mata & berteriak histeris beserta gelinjang syahwatku. Aku meronta menjemput nikmat. Aku menggoyang-goyangkan pinggul & pantatku dalam irama nafsu birahi yang menerjangku. Aku tidak sanggup mengendalikan diriku lagi. Aku bergoncang-goncang mengangkat pantatku buat mendorong dan menjemputi bibirnya lantaran kegatalan yang amat sangat pada kemaluanku dilanda nafsu birahi. Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan lidah lelaki ini membuatku seakan-akan menggigil dan gemetar lupa diri.

http://bit.do/SitusJudiOnline 
 
“Masukin… bang.. Auh… aku  gak tahan…..” saya mendesah nir karuan. Akhirnya lantaran tidak sanggup aku  menahannya lagi aku  merintih.
Rintihan itu menciptakan lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai mampu kuraih bibirnya. Aku rakus menyedotinya. Aku berpagut menggunakan pemerkosaku. Aku melumat mulutnya. Aku sahih-benar dikejar badai birahiku. Aku sahih-benar dilanda gelombang syahwatku. Aku benar -benar  nir tabah menunggu beliau melepas pakaiannya. Aku masih berkelojotan diranjang. Dan kini   aku  sahih-sahih menunggu lelaki itu memasukkan kontolnya ke kemaluanku juga.

Aku sahih-sahih berharap karena telah nir tahan merasakan badai birahiku yang demikian melanda semua organ-organ peka ereksi di tubuhku. Tiba-datang aku  merasakan sesuatu yang sama sekali diluar dugaanku. Aku sama sekali tak menganggap, karena memang aku  tidak pernah punya dugaan sebelumnya. Kemaluan lelaki ini demikian gedenya. Rasanya ingin tanganku meraihnya, tetapi belum tanggal berdasarkan ikatan dasi pada backdrop ranjang ini. Yang akhirnya kulakukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihat kemaluan itu. Ampuunn.. Sungguh mengerikan. Rasanya ada pisang ambon gede & panjang yang sedang dipaksakan buat menembusi memekku. Aku menjerit tertahan. Tak lagi saya sempat memandangnya.

Lelaki ini telah pribadi menerkam pulang bibirku. Dia sekarang berusaha menjulurkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan kontolnya untuk menguak bibir vaginaku. Kini saya dihadapkan kenyataan betapa akbar kontol pada gerbang kemaluanku saat ini. Aku sendiri sudah demikian dilanda ereksi & tanpa memalukan lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku. Cairan-cairan kewanitaanku membantu kontol itu memasuki kemaluanku.

“Blesek……..Blesek………. Ohh…… Kenapa sangat nikmat begini…….. Oh saya sangat merindukan kenikmatan ini…..” Aku semakin meracau.
Sensasi cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang akbar kontol lelaki ini benar-benar menyuguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. Aku cita rasanya terlempar melayang kelangit tujuh. Aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau dan mendesah & merintih dan mengerang dan.. Aku bergoncang & bergoyang tidak karuan…. Orgasmeku menggunakan cepat menghampiri dan menyambarku. Aku pingsan pada kenikmatan tidak terhingga.. Aku masih kelenger waktu beliau mengangkat galat satu tungkai kakiku buat lalu dengan semakin dalam dan cepat menggenjoti sampai akhirnya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.

“Auh………. AHH…… “ aku  menjerit merasakan gelombang-gelombang listrik kenikmatan menjalar pada sekujur tubuhku.
Kami pribadi roboh. Hening sesaat. Aneh, saya tak merasa menyesal, tidak merasa risi, tidak merasa takut. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yg sangat longgar. Aku merasakan seakan menerima sesuatu yg sangat saya rindukan selama ini. Apakah saya memang hipersex atau memang karena lelaki ini memang andal dan pintar bercinta. Ah aku  nir mau berfikir lagi.. Akupun tertidur kelelahan. Besok pagi aku  terbangun dengan badan sedikit pegal-pegal. Tidak ada tanda-pertanda beliau terdapat pada rumah. Dan kuperiksa nir terdapat barang yg hilang. Apakah dia memang tiba buat memperkosaku?…. Kadang-kadang aku  masih ingin melakukan hal yang sama. Aku merindukan kontolnya yg sudah membuatku mencapai kenikmatan tertinggi pada bercinta.

Diajak Ngentot Bareng Pramugari Di Kamar

Aku adalah mahasiswi disebuah universitas partikelir pada kota “S”, nama initialku Rus, dan saya pernah mengirimkan cerita “Rahasiaku” kepada situs ini. Awal mula saya mengalami Making Love dengan seorang wanita yg membarui orientasi seksualku sebagai seorang biseksual, aku  mengalami percintaan sesama jenis saat usiaku 20 tahun menggunakan seorang perempuan   berusia 45 tahun, entah mengapa semuanya terjadi begitu saja terjadi mungkin terdapat dorongan libidoku yg ikut menunjang semua itu dan semua ini telah kuceritakan pada “Rahasiaku.”
https://goo.gl/eNkQDB
Wanita itu adalah Ibu Kos-ku, dia bernama Tante Maria, suaminya seseorang pedagang yg sering keluar kota. Dan akibat menurut pengalaman bercinta dengannya aku  mendapat pelayanan istimewa berdasarkan Ibu Kos-ku, namun saya tak ingin sebagai lesbian sejati, sehingga saya acapkali menolak bila diajak bercinta dengannya, walaupun Tante Maria seringkali merayuku tetapi saya dapat menolaknya menggunakan cara yang halus, dengan alasan ada laporan yg wajib  kukumpulkan besok, atau terdapat test esok hari sehingga saya harus konsentrasi belajar, semula aku  terdapat niat buat pindah kos tetapi Tante Maria memohon agar aku  nir pindah kos menggunakan syarat saya tidak diganggu lagi olehnya, dan dia pun setuju. Sehingga walaupun aku  pernah bercinta dengannya seperti seseorang suami istri namun saya tidak ingin jatuh cinta kepadanya, kadang saya kasihan kepadanya jika dia sangat memerlukanku tetapi aku  harus seolah tidak memperdulikannya. Kadang aku  heran pula dengan sikapnya saat suaminya pulang kerumah mereka seakan tidak akur, sehingga mereka berada dalam kamar yg terpisah.
Hingga suatu hari saat aku  pergi malam hari sehabis menonton bioskop menggunakan teman priaku, waktu itu jam sudah menampakan pukul 1/2 sebelas malam, karena saya mempunyai kunci sendiri maka aku  membuka pintu depan, suasana amat sepi lampu depan sudah padam, kulihat lampu menyala berdasarkan balik  pintu kamar kos pramugari itu, “Hmm.. Ia sudah tiba,” gumamku, saya eksklusif menuju kamarku yg letaknya bersebelahan menggunakan kamar pramugari itu. Saya bersihkan wajahku dan berganti sandang menggunakan baju piyamaku, kemudian saya menuju ke pembaringan, tiba-tiba terdengar rintihan-rintihan yg aneh berdasarkan kamar sebelah. Aku jadi penasaran karena bunyi itu sempat membuatku takut, kucoba memberanikan diri untuk mengintip kamar sebelah karena kebetulan ada celah udara antara kamarku menggunakan kamar pramugari itu, walaupun ditutup triplek saya mencoba buat melobanginya, kuambil meja supaya saya bisa menjangkau lubang udara yang tertutup triplek itu.
Lalu pelan pelan kutusukan gunting tajam agar triplek itu berlobang, betapa terkejutnya saya saat kulihat pemandangan di kamar sebelahku. Aku melihat Tante Maria menindih seorang wanita yang kelihatan lebih tinggi, berkulit putih, & berambut panjang, mereka berdua dalam keadaan bugil, lampu kamarnya tidak dipadamkan sehingga aku  bisa melihat jelas Tante Maria sedang berciuman bibir menggunakan wanita itu yang mungkin pramugari itu. Ketika Tante Maria menciumi lehernya, aku  bisa melihat paras pramugari itu, & beliau sangat cantik wajahnya higienis & memiliki karakteristik spesial   seorang keturunan ningrat. Ternyata pramugari itu pula terkena rayuan Tante Maria, beliau memang sangat mahir menciptakan wanita takluk kepadanya, dengan sangat hati-hati Tante Maria menjilati leher & turun terus ke bawah. Bibir pramugari itu menganga & mengeluarkan desahan-desahan ereksi yg spesial  , wajahnya memerah & matanya tertutup sayu menikmati kebuasan Tante Maria menikmati tubuhnya itu. Tangan Tante Maria mulai memilin puting payudara pramugari itu, sementara bibirnya menggigit mini   puting payudara sebelahnya. Jantungku berdetak sangat kencang sekali menikmati adegan itu, belum pernah aku  melihat adegan lesbianisme secara eksklusif, walaupun saya pernah merasakannya. Dan ini menciptakan libidiku naik tinggi sekali, aku  tidak tahan berdiri usang, kakiku gemetaran, kemudian saya turun dari meja loka saya berpijak, walau saya masih ingin menyaksikan adegan mereka berdua.
https://goo.gl/eNkQDB
Dadaku masih bergemuru. Entah mengapa saya juga ingin mengalami seperti yg mereka lakukan. Kupegangi liang vaginaku, dan kuraba klitorisku, seiring erangan-erangan menurut kamar sebelah saya bermasturbasi sendiri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku dan tangan kiriku memilin-milin payudaraku sendiri, kubayangkan Tante Maria mencumbuiku & aku  membayangkan pula paras manis pramugari itu menciumiku, dan tidak terasa cairan membasahi tanganku, walaupun aku  belum orgasme tapi tiba-tiba seluruh gelap & waktu kubuka mataku, surya pagi telah bersinar sangat terperinci.
Aku mandi membersihkan diriku, lantaran tadi malam aku  tidak sempat membersihkan diriku. Aku keluar kamar dan kulihat mereka berdua sedang bercanda pada sofa. Ketika aku  tiba mereka berdua diam seolah kaget menggunakan kehadiranku. Tante Maria memperkenalkan pramugari itu kepadaku,
“Rus, kenalkan ini pramugari kamar sebelahmu.”
Kusorongkan tangan kepadanya buat berjabat tangan dan beliau membalasnya,
“Hai, manis namaku Vera, namamu aku  sudah tahu menurut Ibu Kos, semoga kita bisa sebagai teman yg baik.”
Kulihat sinar matanya sangat agresif kepadaku, wajahnya memang sangat manis, membuatku terpesona sekaligus iri kepadanya, ia memang sempurna. Aku menjawab menggunakan antusias pula,
“Hai, Kak, engkau  pula anggun sekali, baru pergi tersebut malam.”
Dan dia mengangguk ketua saja, aku  tidak tahu apa lagi yang diceritakan Tante Maria kepadanya tentang diriku, akan tetapi aku  tidak peduli kami berkiprah ke meja makan. Di meja makan telah tersedia seluruh masakan yg dihidangkan sang Tante Maria, kami bertiga makan beserta. Kurasakan ia tak jarang melirikku walaupun aku  pula sekali waktu meliriknya, entah mengapa dadaku bergetar saat tatapanku beradu dengan tatapannya.
Tiba-tiba Tante Maria memecahkan kesunyian,
“Hari ini Tante harus menjenguk saudara Tante yg sakit, dan bila ada telpon buat Tante atau berdasarkan suami Tante, tolong katakan Tante ke tempat tinggal   Tante Diana.”
Kami berdua mengangguk pertanda mengerti, dan selang beberapa menit kemudian Tante Maria pergi menuju tempat tinggal   saudaranya. Dan tinggallah aku  dan Vera sang pramugari itu, buat memulai pembicaraan aku  mengajukan pertanyaan kepadanya,
“Kak Vera, rupanya telah kos lama   disini.”
Dan Vera pun menjawab, “Yah, belum terlalu lama  , baru setahun, akan tetapi aku  sering bepergian, asalku sendiri menurut kota “Y”, saya kos disini hanya buat beristirahat bila perusahaan mengharuskan saya buat menunggu shift disini.”
Aku mengamati gaya bicaranya yg lemah lembut mengambarkan ciri khas daerahnya, tubuhnya tinggi semampai. Dari dialog kami, kutahu ia baru berumur 26 tahun. Tiba-tiba ia menanyakan hubunganku menggunakan Tante Maria. Aku sempat kaget tetapi kucoba menenangkan diriku bahwa Tante Maria sangat baik kepadaku. Tetapi rasa kagetku nir berhenti disitu saja, karena Vera mengakui hubungannya dengan Tante Maria sudah merupakan hubungan percintaan.
Aku pura-pura kaget,
https://goo.gl/eNkQDB
“Bagaimana mungkin abang bercinta dengannya, apakah saudara tertua seseorang lesbian,” kataku.
Vera menjawab, “Entahlah, saya tak pernah berhasil dengan beberapa pria, saya sering dikhianati pria, laba  aku  berusaha kuat, dan waktu kos disini aku  dapat mencicipi ketenangan dengan Tante Maria, walaupun Tante Maria bukan yg pertama bagiku, lantaran aku  pertama kali bercinta menggunakan wanita yaitu menggunakan seniorku.”
Kini saya baru mengerti rahasianya, tetapi mengapa dia mau membocorkan rahasianya kepadaku aku  masih belum mengerti, sehingga aku  mencoba bertanya kepadanya,
“Mengapa saudara tertua membocorkan misteri abang kepadaku.”
Dan Vera menjawab, “Lantaran aku  mempercayaimu, saya ingin kau lebih berdasarkan seorang teman.”
Aku sedikit kaget walaupun saya tahu isyarat itu, aku  tahu ia ingin tidur denganku, namun menggunakan Vera sangat tidak sama lantaran aku  jua ingin tidur dengannya. Aku tertunduk & berpikir buat menjawabnya, tetapi datang-tiba tangan kanannya sudah menyentuh daguku.
Ia tersenyum sangat manis sekali, saya membalas senyumannya. Lalu bibirnya mendekat ke bibirku & saya menunggu saat bibirnya menyentuhku, begitu bibirnya menyentuh bibirku aku  rasakan hangat dan basah, aku  membalasnya. Lidahnya menyapu bibirku yang sedkit kering, ad interim bibirku pula merasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya memasuki rongga mulutku dan kami misalnya saling memakan satu sama lain. Sementara aku  penekanan kepada pagutan bibirku, kurasakan tangannya membuka paksabaju kaosku, bahkan ia merobek baju kaosku. Walau terkejut tapi kubiarkan ia melakukan semuanya, dan saya membalasnya kubuka baju dasternya. Ciuman bibir kami tertahan sementara waktu lantaran dasternya yang kubuka wajib  dibuka melewati wajahnya.
Kulihat Bra hitamnya menopang payudaranya yg lumayan besar , hampir seukuran denganku namun payudaranya lebih besar . Ketika dia mendongakkan kepalanya tanpa menunggu, saya cium leher jenjangnya yg sexy, sementara tanggannya melepas bra-ku seraya meremas-remas payudaraku. Aku sangat bernafsu saat itu aku  ingin pula mencicipi ke 2 puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya dan tersembul putingnya merah muda tampak menegang, menggunakan cepat kukulum putingnya yang segar itu. Kudengar ia melenguh kencang misalnya seekor sapi, tapi lenguhan itu sangat indah kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk tubuhnya, baru kurasakan waktu ini misalnya seseorang pria, & aku  mulai tidak dapat menahan diriku kemudian kurebahkan Vera di sofa itu. Kujilati seluruh bagian tubuhnya, kulepas celana dalamnya & lidahku mulai memainkan kiprahnya misalnya yang diajarkan Tante Maria kepadaku. Entah lantaran nafsuku yg menggebu sehingga aku  nir jijik buat menjilati semua bagian analnya. Sementara tubuh Vera menegang & Vera menjambak rambutku, ia misalnya menunda kekuatan dasyat yg melingkupinya.
https://goo.gl/eNkQDB
Ketika sedang asyik kurasakan tubuh Vera, datang-datang pintu depan berderit terbuka. Spontan kami berdua mengalihkan pandangan ke kamar tamu, dan Tante Maria sudah berdiri di depan pintu. Aku agak kaget tetapi matanya terbelalak melihat kami berdua berbugil. Dijatuhkannya barang bawaannya & tanpa basa-basi beliau membuka semua baju yang dikenakannya, lalu menghampiri Vera yg terbaring disofa. Diciuminya bibirnya, kemudian dijilatinya leher Vera secara membabi buta, & tanggannya yg satu mencoba meraihku. Aku memahami maksud Tante Maria, kudekatkan wajahku kepadanya, datang-datang wajahnya beralih ke wajahku dan bibirnya menciumi bibirku. Aku  membalasnya, dan Vera mencoba berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh pengecap Vera. Aku benar-sahih merasakan sensasi yg luar biasa kami bercinta bertiga. Untung waktu itu hujan mulai tiba sehingga lingkungan mulai berubah sebagai dingin, dan keadaan mulai temaram. Vera kini   melampiaskan nafsunya menjarah & menikmati tubuhku, ad interim saya berciuman dengan Tante Maria. Vera menghisap klitorisku, saya tak memahami perasaan apa pada ketika itu. Setelah mulut Tante Maria meluncur ke leherku aku  berteriak keras seakan tak peduli ada yang mendengar suaraku. Aku sangat tergetar secara jiwa & raga oleh kenikmatan sensasi waktu itu.
Kini giliranku yg dibaringkan pada sofa, & Vera masih meng-oral klitorisku, sementara Tante Maria memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara Tante Maria yang sedikit kusut di makan usia, kurasakan lidah-pengecap mereka mulai menuruni tubuhku. Lidah Vera menjelejah pahaku & pengecap Tante Maria mulai menjelajah bagian sensitifku. Pahaku dibuka lebar oleh Vera, ad interim Tante Maria mengulangi apa yg telah dilakukan Vera tadi, & sekarang Vera berdiri & kulihat dia menikmati tubuh Tante Maria. Dijilatinya punggung Tante Maria yg menindihku menggunakan posisi 69, dan Vera menelusuri tubuh Tante Maria. Tetapi lalu beliau menatapku dan pada keadaan setengah terbuai oleh kenikmatan lidah Tante Maria. Vera menciumi bibirku & saya membalasnya juga, hingga tak terasa kami berjatuhan dilantai yg dingin. Aku sangat lelah sekali dikeroyok sang mereka berdua, sebagai akibatnya saya mulai pasif.
Namun mereka masih sangat militan sekali, seperti nir kehabisan akal Vera mengangkatku & mendudukan tubuhku pada kedua pahanya, aku  hanya pasrah. Sementara menurut belakang Tante Maria menciumi leherku yang berkeringat, & Vera pada posisi berhadapan denganku, dia menikmatiku, menjilati leherku, & mengulum payudaraku. Sementara tangan mereka berdua menggerayangi seluruh tubuhku, sedangkan tanganku kulingkarkan kebelakang buat menjangkau rambut Tante Maria yg menciumi tengkuk & seluruh punggungku.
Entah berapa poly rintihan dan erangan yang keluar berdasarkan mulutku, tetapi seakan mereka makin buas melahap diriku. Akhirnya saya menyerah kalah saya tak bertenaga lagi menahan segalanya saya jatuh tertidur, tetapi sebelum saya jatuh tertidur kudengar lirih mereka masih saling menghamburkan gairahnya. Saat saya terbangun adalah saat kudengar dentang bel jam berbunyi dua kali, ternyata telah jam dua malam hari. Masih kurasakan dinginnya lantai dan hangatnya kedua tubuh perempuan   yg tertidur disampingku. Aku mencoba buat duduk, kulihat sekelilingku sangat gelap karena tidak terdapat yang menyalakan lampu, dan kucoba berdiri buat menyalakan seluruh lampu. Kulihat baju berserakan dimana-mana, & tubuh telanjang dua perempuan   masih terbuai lemas dan tak berdaya. Kuambilkan selimut buat mereka berdua dan saya sendiri melanjutkan tidurku di lantai beserta mereka. Kulihat paras cantik Vera, & wajah cantik Tante Maria, & aku  peluk mereka berdua hingga sinar mentari  datang menyelinap di kamar itu.
Pagi tiba dan saya wajib  pulang pergi kuliah, namun ketika mandi seorang mengetuk pintu kamar mandi dan saat kubuka ternyata Vera dan Tante Maria. Mereka masuk & pada dalam kamar mandi kami melakukan lagi pesta seks ala lesbi. Kini Vera yang dijadikan pusat eksplotasi, misalnya biasanya Tante Maria menggarap menurut belakang & saya menggarap Vera dari depan. Semua dilakukan dalam posisi berdiri. Tubuh Vera yg tinggi semampai membuat saya tidak lama  -lama   untuk berciuman dengannya aku  lebih memfokuskan buat melahap butir dadanya yg akbar itu. Sementara tangan Tante Maria membelai-belai wilayah sensitif Vera. Dan tanganku menikmati lekuk tubuh Vera yang memang sangat aduhai. Percintaan kami dikamar mandi dilanjutkan pada ranjang suami Tante Maria yg memang berukuran akbar, sebagai akibatnya kami bertiga bebas buat berguling, & melakukan semua kepuasan yang ingin kami rengkuh. Hingga dalam hari itu saya benar-benar membolos masuk kuliah.
Hari-hari berlalu & kami bertiga melakukan secara berganti-ganti. Ketika Vera belum bertugas aku  lebih banyak bercinta menggunakan Vera, namun sesudah seminggu Vera balik  bertugas ada ketakutan kehilangan akan dia. Mungkin aku  sudah jatuh cinta dengan Vera, & dia pun merasa begitu. Malam sebelum Vera bertugas aku  & Vera menyewa kamar hotel berbintang dan kami melampiaskan perasaan kami & benar-sahih tanpa nafsu. Aku dan Vera telah sebagai kekasih sesama jenis. Malam itu seperti malam pertama bagiku dan bagi Vera, tanpa terdapat gangguan dari Tante Maria. Kami bercinta misalnya perkelahian macan yang lapar akan kasih sayang, & sesudah malam itu Vera bertugas pada perusahaan maskapai penerbangannya ke bangkok.
Entah mengapa kepergiannya ke bandara sempat membuatku menitikan air mata, & mungkin saya telah sebagai lesbian. Lantaran Vera menciptakan hatiku dipenuhi kerinduan akan dirinya, & aku  masih menunggu Vera di kos Tante Maria. Walaupun saya selalu menolak buat bercinta menggunakan Tante Maria, namun saat pembayaran kos, Tante Maria tak ingin dibayar dengan uang tetapi dengan kehangatan tubuhku di ranjang. Sehingga setiap satu bulan sekali aku  melayaninya dengan senang  hati walaupun sekarang aku  mulai melirik perempuan   lainnya, & buat pengalamanku selanjutnya kuceritakan pada kesempatan yang lain.
https://goo.gl/eNkQDB

Bispak Jakarta Terkenal Sebagai Pemuas Nafsu Birahi

Sebut saja namaku (Fitri) saya seseorang pelacur di kawasan Jakarta Selatan. Harihariku hanya di temani para lelaki hidung belang yg hanya menyalurkan kenikmatan sesaat,walaupun aku  gak terima dengan nasibku begini yah apa mau dikata nasi udah sebagai bubur. Rasanya memek ini udah jebol, entah berapa puluh kontol yang mendarat & keluar masuk memekku, malah ada lelaki yg kurang puas sampesampe pantatku jua pada pakai alias di sodomi tapi kadang aku  jarang melayani jika minta ngentot lewat pantat soalnya ngerasain sakit banget kaya di iris silet.
https://goo.gl/eNkQDB
Kadang pelangganku banyaknya umur 3040an, tapi terdapat juga umur 1520 kadang tarifnya gak tentu ada yg pada atas tarif normal, terdapat yg di bawah normal, kadang terdapat yg gratis, umumnya yg umur 1520 tuch yang suka  iseng kya gtu soalnya kadang saya senang kepincut makanya gk bayar jg saya seneng. Pada suatu hari aku  di booking cowok pengusaha sukses namanya (Ronal) beliau booking aku  sampe lima malam dalam rangka menyambut kesuksesan & bentar lagi melepas masa lajangnya. Dalam 5 malam itu dia puaspuasin sampe aku  kewalahan melayaninya lima hari di dalam kamar hotel yang fasilitasnya komplit tanpa terdapat alasan pergi atau keluar hotel, makan, minum, semuanya pada jamin.
..Eh lupa kita blm sempet kenalan..Ungkapnya.
Owh iya maaf pak..Jawabku ketus.
Jangan panggil bapak donk, Ronal aja..Jawabnya.
..Iya pak, eh Ronal. Saya Fitri jawabku agak segan.
..Owh Fitri ya,udah berapa lama   terjun ke global ini??Tanyanya.
..Hmmm,sekitar 7thnan..Jawabku.
..Wakh udah banyak pengalaman donk..Ujarnya.
..Hmm, ya gitu deh.Jawabku agak memalukan.
Ronal kemudian mengangkat telepon kemudian pesan minuman..
.Engkau  mau minum apa??Tanyanya.
Apa aja boleh..Jawabku.
..Lalu Ronal memesan minuman yg terdapat alkoholnya ntah apa namanya yg niscaya minuman orangorang barat gitu.
..Tok..Tok..Tok..Pintu kamar hotel di ketuk seorang pelayan hotel, kemudian Ronal membawa minumnya dan menuangkan ke cawan (gelas mini  ).
..Engkau  dah pernah minum kaya gini blm??Tanyanya.
..Hmm blm prnh,paling kaya birbir biasa aja!!Jawabku.
..Owh,km gk usah banyakbanyak coba ja dikit dlu..!!Ungkapnya.
…Lalu saya minum,cita rasanya relatif anggun, getir pas di perut terasa panas.
Setelah itu kami ngobrol panjang lebar sampai larut malam.
Lalu Ronal mendekati aku ,dan bisikkan istilah pada telingaku.
..Kamu dah siap beby??Bisiknya. Cerita Dewasa
..I.I.I.I.Ya!Jawabku gugup, soalnya baru x ini aku  pada booking kaya gini, umumnya cuma ecekecek doang udah langsung selesai, ini karna tarifnya menggiurkan jd saya tergoda.
..Ronal pun membelai pundakku sembari memijat pelan, kemudian mencium keningku ke pipi, leher, belakang leher kemudian mendarat di bibir, ya ampun saya eksklusif dug.Dug ser darahku terasa mengalir deras.
https://goo.gl/eNkQDB
Kami saling berpagutan bibir n bibir sekali waktu dia julurkan lidahnya untk pada hisap,begitupun lidahku beliau hisap & pada bumbui gigitan lembut. Tak usang lalu beliau mulai membuka baju & BH yang membungkus payudaraku kemudian meremasremas & menghisap puting payudaraku yang mulai membiru karna pada bakar nafsu.
Ciuman dan jilatannya membuat nafsuku smakin bergelora, desahan & erangan keluar dari mulutku & Ronal semakin cepat menghisap dan meremas payudaraku.
Semakin turun hingga ke perut kemudian mendarat di bagian memekku yg masih terbungkus rok dan CD.
Dia mulai melucuti rok & CD ku sembari menciumi pahaku,sesudah semua terbuka lebar beliau mulai menjilati memekku yang mulai mengeluarkan cairan.
.Sssaah..Sssohdesahanku semakin kencang ketika Ronal memainkan klirotisku.
Lalu Ronal memasukkan kontolnya,sleeeb..Sleeb kontolnya masuk sebagian, akupun mendesah .Aaaachhh.Desahku.
Lalu Ronal menggenjot maju mundur semakin cepat pergerakannya semakin bertenaga desahanku.
Lalu Ronal mencabut kontolnya berganti posisi jd berbalik arah, kontolnya menghadap mulutku dan mulutnya Ronal menghadap memekku.
..WOWW saya kaget lihat kontolnya udah panjang gede lagi, pantas saja tersebut gak masuk semuanya.
Lalu aku  kulum kontolnya, di mulutpun hanya masuk separo aja, Rönal semakin asik menjilati memekku.
Setelah itu kami ganti posisi kini   Ronal pada bawah dan aku  mendudukinya.
..Goyang ya, saya pengen ngerasain goyanganmu..Ujarnya menarik hati.
..Iya siap pak.Jawabku.
Lalu ku genggam & kuarahkan kontolnya ke arah lubang memekku hingga, sleeebsleeb saya terus tekan hingga kontolnya pada telan memekku,saya relatif menjerit karna kontolnya Ronal terasa masuk ke pada perutku.
.Aaaaachhh..Aaaaachhhaaaaachhhku mulai gerakkan goyanganku.
Lalu Ronal mengangkat tubuhnya sampai menghadap payudaraku & pada hisapnya.
Lalu Ronal menelentangkan tubuhku dan di tindihnya, lagilagi desahanku keluar karna mencicipi hebatnya kontol Ronal.
Aaaaachhhaaaaachhh..Aaaaachhh.Aaaaachhh.Aaaaachhh.Aaaaachhh.Ronal mempercepat genjotannya, saya mulai merasa terdapat sesuatu yang keluar menurut memekku, semakin cepat dan aaaaachhh.Aaaaachhh.Desahan Ronal.
Crot..Crot..Crot..Ronal pun ejakulasi dengan banyaknya.

Ngeseks Bareng Tukang Pijit Langganan

Sebagai seorang konsultan saya seringkali pergi keluar kota & menginap di hotel bisa hingga berbulan-bulan lamanya. Seringnya menginap sekamar bersama dengan anggota tim lainnya tetapi kadang pula menginap sendirian. Pekerjaanku yang bersifat projek kentara sering menuntut saat ekstra dan kerja keras sebagai akibatnya membuatku mengalami keletihan baik fisik & mental. Kalau sudah begitu aku  segera mencari tukang pijat buat mengendorkan urat saraf yg sudah amat tegangnya. Minggu ini merupakan zenit-puncaknya pekerjaan sebagai akibatnya keletihan amat sangat terasa. Hal ini menyebabkan aku  malas pulang week end ke kota J pada mana aku  tinggal. Kurencanakan Sabtu pagi besok saja buat pulang memakai kereta api. Lantaran anggota tim lain selalu pulang ke J (semuanya berdomisili di J) di akhir minggu maka kini   tinggal aku  sendirian.
 https://goo.gl/eNkQDB

Setelah makan malam di restoran hotel saya masuk ke kamar sambil nonton program-acara TV. Berhubung hotel ini bukan hotel mewah maka channel acara TV-nya pun terbatas, untuk menghemat ongkos operasional kali. Setelah satu jam saya mulai dihinggapi kejenuhan. Mau tidur masih amat susah lantaran malam begitu larut, baru jam 8an, dan badan yang amat letih ternyata malah menciptakan sulit untuk segera beristirahat tidur. Tiba-datang aku  teringat biasanya hotel terdapat informasi layanan pijat. Kucari-cari brosurnya tidak kutemukan. Tanpa kurang akal kutelpon operator buat menanyakan apakah pada hotel ini mampu dicarikan tukang pijat. Ah lega cita rasanya saat dijawab sanggup & akan segera diantar. Sambil menunggu kedatangan tukang pijat aku  mulai mencoba pulang menikmati acara-program pada layar TV. Tapi ternyata pikiranku sudah mulai melantur membayangkan nikmatnya waktu badan yang pegal hebat ini akan mendapatkan terapi pijat yang pasti akan memanjakan urat dan saraf-saraf yang telah mulai menuntut buat dirilekskan sejak beberapa hari ini. Ah beginilah nikmatnya masih bujangan (sebagai lelaki berusia 35 saya kentara termasuk telat menikah, hehe biarin masih enak sendiri kok), waktu masih bisa diatur sesuka hati. Coba bila berkeluarga sebagaimana kawan-kawanku itu, niscaya mereka wajib  buru-buru pergi sementara masih wajib  berjuang buat mendapatkan tiket kereta lantaran penuhnya calon penumpang pada akhir minggu.
Sejam kemudian terdapat bunyi ketukan pintu, ah telah datang, batinku menggunakan girang. Ketika kubuka aku  relatif sedikit heran lantaran tukang pijatnya mak  -mak   berumur 45-an lebih kira-kira. Tinggi tubuh kurang lebih 155 centimeter, berkulit kuning bersih, paras telah memberitahuakn usianya yg memang telah matang. Dengan mengenakan jaket kain & bercelana jean yg agak ketat. Dengan santunnya beliau permisi buat masuk. Kupersilakan beliau masuk ad interim pengantarnya yang merupakan bell boy lalu pulang meninggalkannya. Setelah pada dalam kamar kupersilakan duduk dulu pada kursi pojok kamar. Aku ijin sementara waktu ke toilet buat pipis karena saya memang termasuk orang yg nggak tahan dingin (sudah di kota yg dingin ber-AC pula) sehingga tak jarang pipis. Daripada nanti pas ditengah-tengah aksi pemijatan aku  kebelet mendingan kukeringkan dulu kantong pipisku. Kan nggak nyaman pas lagi merem-melek dipijat eh kebelet pipis, niscaya akan membuat repot.
Setelah selesai dari toilet kulepas kaos dan celana pendekku sebagai akibatnya tinggal CD saja. Lalu kulihat mak   itu membuka jaketnya sebagai akibatnya hanya menggunakan kaos ketat hitam saja. Wah ternyata si bunda ini masih mengagumkan jua badannya, kelihatan perut masih kencang. Tanpa poly buang ketika pribadi saya tengkurap pada atas ranjang. Ibu tukang pijat mendekat & mengatakan maaf dan mohon ijin untuk mulai pemijatan. Pertama yg dipijat merupakan telapak kaki. Ah nyamannya. Telapak kakiku yg sudah kaku-kaku ditekan-tekan & lalu diurut. Aku tak mau banyak bicara supaya Si Ibu lebih penekanan pada pekerjaannya & saya konsentrasi supaya kenikmatan yang kuraih dari pijatan-pijatan maksimal . Setelah selesai menurut telapak kaki mulailah naik menuju ke betisku yang tak kalah kakunya. Rupanya betis kaku bila dipijat menimbulkan rasa nyeri sebagai akibatnya aku  sedikit meringis. Rupanya Si Ibu tahu kesakitanku lalu sedikit dikurangi tekanannya. Selesai ditekan-tekan lalu diurut-urut. Untuk urut dipakailah cream supaya licin.
Begitu sampai menuju paha datang-datang kudengar suaranya..
“Den, maaf CD-nya dilepas saja biar   nggak kotor kena minyak. Maaf ya.”
Karena logis karena ya kulepas saja meskipun membuatku kikuk (saya tak jarang dipijat tetapi biasanya pria tuna netra). Aku lepas CD-ku menggunakan hanya mengangkat pantat terus kuperosotkan keluar dari kaki. Menurutku Si Ibu nggak dapat melihat “adikku”. Lalu saya mapan lagi agar pijatan dapat diteruskan. Mulanya paha luar yg menerima giliran. Setelah kedua sisi paha luar selesai baru dilanjutkan dengan paha dalam. Dengan mengurut berdasarkan arah bawah menuju atas, stop press!! Bisakah anda bayangkan?
Jari-jarinya, kayaknya bunda jarinya (saya nggak bisa lihat sih) secara halus menyenggol kantong-kantong kejantananku. Serr. Kudiamkan. Kemudian pantatku mulai dijamahnya dengan cara melingkar berdasarkan bawah ke atas luar terus turun masuk ke pada dan berakhir di.. Ujung selangkangan persisnya tengah-tengah antara ke 2 kantong kejantananku. Serr. Serr. Uenak sekali. Aku heran agak lama   jua dia ini bermain pada daerah sensitif ini. Tapi biarlah, enak ini. Hehe. Eh ketika sedang enak-enaknya menikmati jari-jari lihainya yang baru pertama kali kunikmati sensasi kenikmatan tiada tara ini berlangsung datang mulai naik ke arah pinggang. Agak kecewa pula, tapi kutahan biarlah beliau merampungkan pekerjaannya sinkron menggunakan prosedur baku pemijatan yang beliau praktekkan. Begitu selesai menggunakan leher belakang sebagai bagian teratas yang dirambahnya, datang-tiba dengan ‘cool’-nya memerintahkan buat telentang. Wah kacau ini. Bisa ketahuan nih kalau adikku ternyata sudah terjaga. Tapi ya sudahlah biarkan segalanya berlalu menggunakan alamiah. Yang sudah telanjur tegak biarlah begitu. Hehe.
Mulai lagi Si Ibu dari bawah yaitu bagian depan telapak kaki. Mulai waktu ini telah tidak mampu lagi kunikmati pijatan menurut dtk ke dtk dan setiap inchi anggota tubuhku. Aku hanya memikirkan apa yang akan beliau lakukan waktu sudah merembet ke arah paha. Gara-gara pikiranku sudah terpandu oleh kerja hormon testosteronku maka jelas sudah, adikku semakin percaya diri untuk mengeras sebelum sentuhan terjadi. Akhirnya tiba pula waktu-ketika yang kunantikan. Rupanya teknik yang beliau lakukan pada bagian pantatku tersebut dipraktekkan pula pada bagian depan. Aduh Mami, enaknya minta ampun, eh nambah. Sempat kutatap wajahnya, kulihat sekilas-sekilas beliau melirik adikku. Hmm rupanya dia ingin memahami efek pijatannya apakah mengakibatkan output atau tidak. Dan nir galat beliau. Sukses besar . Bahkan si adik telah sedikit menitikkan cairan.
Ketika itu dia mencuri pandang ke aku . Aku menangkapnya. Mulai kuamati wajahnya buat melihat lebih kentara misalnya apa sebenarnya tampang Ibu ini. Biasa aja. Tidak menarik. Bahkan sudah terdapat beberapa kerutan. Sedikit. Tidak terlalu muluslah wajahnya. Tapi nir berpengaruhlah itu karena nyatanya adikku tetap saja berdiri kayak tonggak, sedikit miring karena gravitasi. Lagi asyik-asyiknya melayang-layang imajiku dampak aksi pijatan-pijatan yg berbentuk lingkaran-lingkaran itu tiba-tiba rambahannya telah menuju perut. Ah. Sedikit down. Sedikit kecewa. Tunggu dulu, rupanya saat di perut terdapat asa buat menerima sentuhan-sentuhan dahsyat itu. Ketika gerak maju-mundur pada perut dengan kumpulan melingkar luar-pada pula, ternyata setiap mundur gerakannya dibablaskan sebagai akibatnya si saudara termuda tetap bisa menikmati sentuhan-sentuhan. Bedanya sekarang yang menerima pemberian  adalah bagian ketua adik. Sip. Sip bener ini. Kok ya terdapat tukang pijat sehebat ini. Apakah lantaran telah bunda-ibu maka pengalamannya memijat bertahun-tahun yg membuatnya sebagai piawai begini? Mustinya iya.
https://goo.gl/eNkQDB
Lalu, akhirnya pijatan di akhir bagian dada. Begitu terselesaikan..
“Mau diapain lagi Den?”

“Maksud Ibu?” Tukasku.
Tersenyum simpul beliau &.. Tahu-memahami tangannya pura-pura pijat-pijat lagi di selangkangan tetapi dengan titik kontak ukiran ke ‘saudara termuda’ semakin akbar dan lama  .
“Oh memahami aku  maksudnya”, pikirku.
Tanpa kujawab mulai kuelus punggungnya (beliau duduk pada pinggir ranjang menggunakan membelakangi). Dia diam dan mulai berani hanya mengelus khusus adikku saja, nir lagi pura-pura menyentuh bagian lain. Kusingkap pelan kaosnya. Astaga, rupanya syarat dalamnya terawat mulus. Tak kusangka padahal telah seumur itu. Menggelegaklah kelelakianku. Tanpa terkontrol lagi saya yg tadinya telentang bangkit duduk sehingga punggungnya berhadapan dengan tubuh depanku dan tanganku yg kiri menyingkap kaosnya lebih ke atas lagi ad interim yg kanan ke depan menjamah sang.. Tetek.
Dia sengaja mencondongkan dirinya ke arahku agar lebih mepet. Kulepas kaosnya dan dibantu dia sebagai akibatnya sekarang setengah telanjang dia. Eits! Bulu keteknya nggak dicukur. Gairahku malah semakin meledak, kubalikkan badannya agar menghadapku. Dia menunduk mungkin membuat malu atau minder lantaran umur atau ketidak cantikannya, entahlah, yang pasti beliau sudah menggunakan ahlinya melepaskan ‘nafsuku’ berdasarkan kandangnya. Kurebahkan dia dengan masih tetap gunakan BH lantaran aku  lebih suka  menjamah teteknya menggunakan cara menyelinapkan tangan.
Kuserbu keteknya yang berbulu relatif lebat itu (kering tanpa ‘burket’, kalaupun ‘burket’ toh nafsuku belum tentu turun) sembari terus meremas tetek. Kutindih dia. Celana jeans masih belum dilepas. Kususupkan tangan kananku ke dalamnya. Menyentuh veginya. Basah. Kupindahkan serangan ciumanku ke lehernya. Mendesah. Lalu mengerang-mengerang lembut beliau. Kehabisan nafas saya, saat kutarik kepalaku naik buat mengambil udara ditarik lagi kepalaku. Ah rupanya ‘G-Spot’nya terdapat di leher belakang telinga sebelah kanan. Kuhajar usang menggunakan dengusan napas hidungku di daerah itu. Semakin liar polahnya. Tangan kananku semakin dibasahi dengan poly cairan. Kulepas tanganku & kusuruh dia bangkit.
“Lepaskan BH & celana ya”.
Tanpa tunggu usang wajahnya yg telah merah merona itu mengangguk & cepat-cepat semua yg kuingin tanggal dilepasnya. Kupandangi sebentar teteknya, masih tidak mengecewakan bulat. Kupandangi veginya, wow alangkah lebatnya. Kurebahkan lagi dengan segera. Kutindih lagi beliau. Mengerang hebat. Nafasku memburu berat. Kukangkangkan pahanya. Dan bless.. Rudalku sudah menghunjam ‘vegi’nya yang telah banjir itu. Kusodok-sodok sekuat energi. Semakin keras erangannya. Kuseret pahanya ke pinggir ranjang, dengan berdiri kuangkat kakinya menumpang pada pundakku, kuarahkan pulang rudalku menuju veginya yang lenyap ditelan jembut. Kusibakkan terlebih dulu, lalu bless.. Bless.
“Argh.. Arghh.. Yang cepeth Denn Arghh.. Kencangin laggih Denn.. Auhh.. Ahh..”
Menjelang 10 mnt mulai terasa hangat adikku.
“Akkhu.. Sudahh mauu.. Kelluaar.. Bikk.. Ahh.. Ahh”.
“Akkh.. Bibikh.. Jugah.. Denn. Ahh.. Argh”.
Dan tanpa dapat dibendung lagi jebollah lahar panas menurut rudalku menyemburi lembahnya yg rimbun itu. Pada ketika yg bersamaan. Sensasi kimiawi berdasarkan nirwana sudah mengurasku menuju keletihan. Entah kenapa badanku yg sebelumnya telah letih banget ternyata masih mampu mengeluarkan tenaga sebesar ini. Ibu ini memang lihai. Luar biasa kuakui.
Setelah berbaring-baring kurang lebih 15 menit Si Ibu minta ijin ke toilet buat bersih-bersih diri. Kusiapkan amplop buat memberinya kompensasi atas jasa kenikmatan luar biasa yang baru sekali ini kurasakan seumur hidupku. Tanpa dibukanya amplop itu sembari mengucapkan terima kasih dengan sopan, dia keluar kamar sehabis mengenakan jaketnya pulang.
Sejak mengenal kenikmatan ‘pijat hotel’ itu, saya mulai seringkali mencoba-coba. Di kota B poly sekali panti-panti yang berkedok pijat tetapi sesungguhnya yang ditawarkan adalah lebih dari sekadar pijat. Awalnya kucoba yg belia-muda & anggun, akhirnya saya balik  mencari yang sudah senior karena yg masih muda kuanggap belum banyak pengalaman dan nir banyak kenikmatan yang kuraih. Di samping itu lebih aman secara kesehatan menggunakan yg tua lantaran jarang digunakan, ad interim yg belia dan manis laku  diantri banyak laki-laki  dari banyak sekali lapisan dan dengan kondisi kesehatan yg sulit terkontrol juga.