BOKEP MEKI.CLUB
Showing posts with label cerita mesum. Show all posts
Showing posts with label cerita mesum. Show all posts

Disetubuhi Orang Asing


Aku merupakan perempuan   berumur 25 tahun, sekarang saya tinggal sendirian pada rumahku yg terletak pada galat satu komplek yang disebut sebagian orang menjadi komplek orang berduit pada wilayah Jakarta. Aku merupakan janda tanpa anak, suamiku telah mangkat  enam bulan yang lalu lantaran kecelakaan. Saat itu usia perkawinan kami baru menginjak tahun kedua. Rumah yang kutempati ini adalah hadiah perkawinan untukku, suamiku membeli tempat tinggal   ini atas namaku. “Sebagai bukti ketulusan sayangku padamu” katanya. Rumah-tempat tinggal   pada komplekku terbilang saling berjauhan lantaran masing-masing tempat tinggal   memiliki pekarangan yg luas. Hidup pada Jakarta mengakibatkan aku  juga tidak begitu mengenal tetanggaku. Kami masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri.


Domino QQ - Sering saya merasa kesepian tinggal sendiri di tempat tinggal   ini, tapi saya tidak mau menggunakan jasa pramuwisma, aku  ingin mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri. Alasanku pada mama sih izin saya terdapat kesibukan pada rumah, cita rasanya lebih enjoy kalau semua dikerjakan sendiri. Malam itu saya pulang agak larut karena baru pulang berdasarkan program ulang tahun temanku. Setelah mengunci pintu depan aku  mencari-cari kontak lampu lantaran suasana rumahku masih gelap. Aku berangkat berdasarkan tadi siang untuk bantu-bantu pada acara ulang tahun tersebut. Begitu lampu menyala, aku  eksklusif menuju kamarku buat mengubah baju yang kotor. Ku melepaskan semua pakaianku lalu menyimpan baju kotorku pada keranjang yg memang kusediakan pada kamar buat pakaian kotor. Sungguh saya kini   telanjang bundar . Aku merasa sendiri di rumahku sehingga aku  merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur pada keadaan telanjang.

Aku masuk ke kamar mandi buat membersihkan badanku. Selesai mandi cita rasanya badanku terasa segar. Kemudian duduk kalem menonton TV di ruang tengah sambil minum susu hangat. Aku hanya melilitkan handuk pada badanku, sembari mengeringkan rambutku menggunakan kipas angin. Aku buka channel TV sana-sini. Acaranya nir ada yang menarik hatiku. Iseng-iseng aku  menonton film BF koleksi suamiku. Aku pernah protes padanya karena beliau menonton film begituan. Dia hanya tersenyum & berkata bahwa beliau mencari style bercinta untukku. Di film itu laki-laki  bule sedang mencumbu seorang wanita asia yg kelihatannya begitu menikmati cumbuan menurut laki-laki  bule. Aku sedikit terangsang melihat adegan itu, seandainya suamiku masih ada…. Aku melepaskan handuk yang melilit badanku, kemudian mengelus-elus payudaraku sendiri menggunakan lembut. Payudaraku memang nir begitu akbar, akan tetapi suamiku selalu memujiku menggunakan sebutan montok.

Untuk urusan mengurus badan, aku  memang agak telaten. Karena bagiku kecantikan wanita dan kemulusan badan itu merupakan harga mati. Aku tidak menyadari sama sekali jikalau terdapat sepasang mata yang memperhatikan kegiatanku Kuelus-elus butir dadaku dengan lembut sampai terus jelas menyebabkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-datang tiba & hasratku jadi memuncak, cita rasanya aku  ingin berlama-lama  , matakupun tidak terasa mulai sayu merem melek merasakan rangsangan.
http://bit.do/SitusJudiOnline 

Poker QQ - Kali ini bukan lagi belaian yg kulakukan, tapi aku  telah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku menggunakan menggunakan mak   jari & jari telunjukku. Nikmat sekali cita rasanya. Tanganku perlahan-huma turun mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir vaginaku, saya pun merasakan darah yg mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada umumnya. Aku terangsang sekali, liang vaginaku telah dibanjiri sang lendir yang keluar membasahi bibir vaginaku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan & kugesek-gesek klitorisku menggunakan jariku sendiri sampai saya pun tidak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu.

Badanku melengkung merasakan kenikmatan, kukangkangkan pahaku semakin lebar. Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai buat menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku. Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku. Ujung jariku menunjuk ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Liang vaginaku sudah benar-benar basah sang lendir yg licin sampai menggunakan mudahnya menyeruak masuk ke pada liang vaginaku.

Kini jari tangan kiriku sudah nir perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi sampai kualihkan tugasnya buat menggesek-gesek klitorisku. Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang vaginaku. Jari-jariku menyentuh & menggesek-gesek dinding vaginaku bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh G-spot, punggung dan kepalaku jadi tersandar bertenaga pada sofa di ruang tengah, seakan-akan tubuhku melayang-layang dengan kenikmatan tiada tara.

Aku telah benar-banar mencapai puncaknya buat menuju titik puncak ketika ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar berdasarkan pada rahimku, ini indikasi saya akan segera mencapai orgasme. Lelaki itu berpostur tinggi juga & mengimbangi tinggiku, dan usianya yg saya rasa nir jauh beda menggunakan usia suamiku disertai menggunakan otot-otot lengannya yg nampak gempal ketika menahan tubuhku yg terus berontak.

Dia lalu menyeretku menuju ke kamar tidurku. Aku 1/2 dibantingkannya ke ranjang. Dan saya sahih-sahih terbanting. Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu. Aku meraung, menangis dan berteriak sejadi-jadinya, tapi hanya terdengar gumaman dari mulutku karena beliau membekap mulutku. Hingga akhirnya, sehingga saya menyadari tidak ada gunanya lagi berontak maupun berteriak. Sesudah itu beliau tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya. Dia nampak berusaha menenangkan saya, menggunakan cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku. Dia berbisik dalam desahnya, “Ayolah cantik, jangan lagi memberontak. Percuma khan, jarak antar tempat tinggal   pada komplek ini relatif berjauhan. Lagian kalaupun ada yg tahu mereka nir akan berani menggangu”.

http://bit.do/SitusJudiOnline

Bandar Online - Aku berpikir cepat menyadari istilah-ucapnya itu dan sebagai sangat risi. Laki-laki ini seakan-akan sengaja memperhitungkan keadaan. Kemudian dengan tersenyum beliau benamkan wajahnya ke ketiakku. Dia menciumi, mengecup & menjilati lembah-lembah ketiakku. Dari sebelah kanan kemudian pindah ke arah kiri. Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah. Tangan-tangannya menjamah dan menelusup lalu mengelusi pinggulku, punggungku, dadaku. Tangannya jua meremas-remas susuku. Dengan jari-jarinya beliau memilin puting-puting susuku.

Disini dia melakukannya mulai menggunakan lembut & demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir mampu menundukkan aku  menggunakan caranya yang demikian itu. Aku terus berontak pada geliat.. Namun saya bagaikan mangsa yg siap diterkam. Aku sesenggukan melampiaskan tangisku pada sepi. Tak terdapat bunyi menurut mulutku yang tersumpal. Yang terdapat hanya air mataku yg meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamar. Aku merasa sakit atas ketidak adilan yg sedang kulakoni. Kini lelaki itu menatapku. Aku menghindari tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku,

“Kamu manis banget….. ” beliau berusaha menenangkanku.
Dia pula menciumi tepian bibirku yg tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus lantaran tidak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dengan pelan & mengelusinya semakin lembut. Betapa saya dilanda perasaan malu yg amat sangat. Hanya suamiku yg melihat auratku selama ini, tiba-tiba terdapat seorang lelaki asing yg demikian saja merabaiku & menyingkap segala kerahasiaanku.

Aku merasakan betisku, pahaku lalu gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya. Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat sampai kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku.

“ Ah…..” Bukan main. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Juga nir begini suamiku selama ini. Aku tidak kuasa menolak seluruh ini. Segala berontakku kandas. Kemudian saya merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.

Lidah itu sangat pelan menyapu & sangat lembut. Darahku berdesir. Duniaku seakan-akan berputar & aku  tergiring dalam tepian samudra yg sangat mungkin akan menelan & menenggelamkan saya. Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yang sangat tak mampu kulawan. Aku mencicipi lidah-pengecap lelaki ini seakan sebagai seribu lidah. Seribu lidah lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Seribu pengecap lelaki inilah yg menyeretku ke tepian samudra lalu menyeret saya buat tertelan & tenggelam. Aku tak bisa pungkiri.

Aku sedang jatuh pada lembah nikmat yang sangat dalam.. Aku sedang terseret dan karam dalam samudra nafsu birahiku. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku yg sudah enam bulan tidak terlampiaskan sejak suamiku mangkat . Dan ketika kombinasi lidah yg menjilati selangkanganku & sekali waktu & jari-jari tangannya yg mengelusi paha pada wilayah zenit-puncaknya rahasiaku, saya semakin tidak sanggup menyembunyikan rasa nikmatku.

Isak tangisku terdiam, berganti dengan desahan menurut balik  kain yang menyumpal mulutku. Dan saat kombinasi olahan bibir & lidah dipadukan menggunakan bukan lagi sentuhan tetapi remasan dalam kemaluanku, desahanku berganti dengan rintihan yang penuh derita nikmat birahi. Laki-laki itu datang-tiba merenggut sumpal mulutku. Dia begitu yakin bahwa saya telah tertelan pada syahwatku.
Ayolah, sayang.. Mendesahlah.. Merintihlah.. Puaskan aku …..”

Aku mendesah & merintih sangat histeris. Kulepaskan dengan liar derita nikmat yang melandaku. Tetapi kini   aku  menangis, mengucurkan air mata & berteriak histeris beserta gelinjang syahwatku. Aku meronta menjemput nikmat. Aku menggoyang-goyangkan pinggul & pantatku dalam irama nafsu birahi yang menerjangku. Aku tidak sanggup mengendalikan diriku lagi. Aku bergoncang-goncang mengangkat pantatku buat mendorong dan menjemputi bibirnya lantaran kegatalan yang amat sangat pada kemaluanku dilanda nafsu birahi. Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan lidah lelaki ini membuatku seakan-akan menggigil dan gemetar lupa diri.

http://bit.do/SitusJudiOnline 
 
“Masukin… bang.. Auh… aku  gak tahan…..” saya mendesah nir karuan. Akhirnya lantaran tidak sanggup aku  menahannya lagi aku  merintih.
Rintihan itu menciptakan lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai mampu kuraih bibirnya. Aku rakus menyedotinya. Aku berpagut menggunakan pemerkosaku. Aku melumat mulutnya. Aku sahih-benar dikejar badai birahiku. Aku sahih-benar dilanda gelombang syahwatku. Aku benar -benar  nir tabah menunggu beliau melepas pakaiannya. Aku masih berkelojotan diranjang. Dan kini   aku  sahih-sahih menunggu lelaki itu memasukkan kontolnya ke kemaluanku juga.

Aku sahih-sahih berharap karena telah nir tahan merasakan badai birahiku yang demikian melanda semua organ-organ peka ereksi di tubuhku. Tiba-datang aku  merasakan sesuatu yang sama sekali diluar dugaanku. Aku sama sekali tak menganggap, karena memang aku  tidak pernah punya dugaan sebelumnya. Kemaluan lelaki ini demikian gedenya. Rasanya ingin tanganku meraihnya, tetapi belum tanggal berdasarkan ikatan dasi pada backdrop ranjang ini. Yang akhirnya kulakukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihat kemaluan itu. Ampuunn.. Sungguh mengerikan. Rasanya ada pisang ambon gede & panjang yang sedang dipaksakan buat menembusi memekku. Aku menjerit tertahan. Tak lagi saya sempat memandangnya.

Lelaki ini telah pribadi menerkam pulang bibirku. Dia sekarang berusaha menjulurkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan kontolnya untuk menguak bibir vaginaku. Kini saya dihadapkan kenyataan betapa akbar kontol pada gerbang kemaluanku saat ini. Aku sendiri sudah demikian dilanda ereksi & tanpa memalukan lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku. Cairan-cairan kewanitaanku membantu kontol itu memasuki kemaluanku.

“Blesek……..Blesek………. Ohh…… Kenapa sangat nikmat begini…….. Oh saya sangat merindukan kenikmatan ini…..” Aku semakin meracau.
Sensasi cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang akbar kontol lelaki ini benar-benar menyuguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. Aku cita rasanya terlempar melayang kelangit tujuh. Aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau dan mendesah & merintih dan mengerang dan.. Aku bergoncang & bergoyang tidak karuan…. Orgasmeku menggunakan cepat menghampiri dan menyambarku. Aku pingsan pada kenikmatan tidak terhingga.. Aku masih kelenger waktu beliau mengangkat galat satu tungkai kakiku buat lalu dengan semakin dalam dan cepat menggenjoti sampai akhirnya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.

“Auh………. AHH…… “ aku  menjerit merasakan gelombang-gelombang listrik kenikmatan menjalar pada sekujur tubuhku.
Kami pribadi roboh. Hening sesaat. Aneh, saya tak merasa menyesal, tidak merasa risi, tidak merasa takut. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yg sangat longgar. Aku merasakan seakan menerima sesuatu yg sangat saya rindukan selama ini. Apakah saya memang hipersex atau memang karena lelaki ini memang andal dan pintar bercinta. Ah aku  nir mau berfikir lagi.. Akupun tertidur kelelahan. Besok pagi aku  terbangun dengan badan sedikit pegal-pegal. Tidak ada tanda-pertanda beliau terdapat pada rumah. Dan kuperiksa nir terdapat barang yg hilang. Apakah dia memang tiba buat memperkosaku?…. Kadang-kadang aku  masih ingin melakukan hal yang sama. Aku merindukan kontolnya yg sudah membuatku mencapai kenikmatan tertinggi pada bercinta.

Mesum Dengan Wanita Sangek

Setelah sekian lama aku jalani hidup dengan dua orang suami disisiku dan telah banyak kenikmatan duniawi yang aku peroleh, akhirnya ada juga rasa gelisahku. Perasaan gelisahku timbul terutama bila Duta datang dari Jakarta sedang aku tak bisa melayaninya di ranjang karena kodratku sebagai wanita yang harus menerima tamu”jepang”, aku merasa bersalah sekali. Sedang Mas Pujo karena tiap hari ada disisiku aku tidak merasa begitu terbebani dengan perasaan bersalah. Sebenarnya dua-duanya cukup sabar dan mengerti keadaanku, bahkan Mas Pujo dengan sukarela mengalah untuk memberikan kesempatan pada Duta memuaskan dirinya ”menyetubuhi” diriku bila Duta hendak pergi agak lama, sebaliknya demikian juga kalau Mas Pujo hendak dinas luar.
 https://goo.gl/eNkQDB
https://goo.gl/eNkQDB
Ada keinginanku untuk mencarikan pengganti peranku sebagai isteri bagi mereka berdua saat-saat tamu ”jepang” itu datang. Keinginan itu begitu besarnya menekan jiwaku karena didorong rasa sayangku pada keduanya. Setelah menimbang baik- buruk dan untung rugi, jalan untuk mewujudkan keinginanku itu akhirnya ada juga. Secara kebetulan aku sedang mengikuti arisan ibu- ibu yang rutin dilakukan setiap bulan di kantor suamiku. Biasanya sebagai isteri bos aku agak menjaga jarak dengan ibu-ibu yang lain, tapi entah setelah kehadiran Duta aku jadi lebih PD dan dekat sama mereka. Salah satu ibu yang ikut arisan rutin itu adalah isteri seorang manajer menengah, kami memamggilnya Bu Jhoni (nama samaran suami).
Wanita keturunan Manado dengan Madura kulitnya tidak terlalu putih seperti wanita Manado pada umumnya tapi malah mendekati mulato tapi nampak bersih dan kemel, tingginya kira-kira 165 cm, dan bodynya lumayan ramping meskipun sudah punya anak 2 orang. Yang istimewa sebenarnya bentuk perutnya yang rata terutama bagian bawah pusar tidak seperti wanita yang sudah punya anak saja dan umurnya baru 35 tahunan. Dia termasuk tidak cantik tapi ayu dadanya cukup besar bila dilihat dari luar bahkan lebih besar dari ukuran saya.
“Mbak Rien sekarang tambah seger lho. ?” bisiknya suatu ketika ditengah acara arisan yang riuh oleh suara ibu-ibu. “ Ah jeng Meta (samaran) ini bisa aja, Mbak dari dulu kan begini-begini aja to. ” jawabku meskipun ada rasa GR juga dalam hati. “ Benar lho Mbak, Mas Jhony aja sering komentar kalau dikantor ini Mbak termasuk orang yang masih semlohai (semok molek aduhai) meskipun telah berumur ” terusnya. “ Itukan bisa-bisanya Dik Jhony ” jawabku sekenanya. “Tapi benar lho Mbak, apa sih resepnya? Mbok aku dikasih tahu jamunya ” bisiknya meminta.
“ Aa.. H jeng Meta ada-ada saja, nanti kalau Mbak kasih tahu juga percuma wong nggak bisa ditularkan ” jawabku sambil tertawa. “ Yang benar Mbak..? Apa sih Mbak aku kok penasaran ” ubernya. “ Benar mau tahu..?” “Ya.!” “Minum Air liur burung” bisikku sambil mendekat ke telinganya. “ Burung apa Mbak” kejarnya penasaran. “ Burung.. Burungnya Mas Pujo” bisikku kubuat serius. “ AH! Mbak guyon!” “Betul jeng, ini betul lho jeng” jawabku. “ Itukan biasa Mbak” “Biasa gimana, kalau sekedar ML terus selesai ya biasa jeng tapi ada caranya ” jelasku. “ Jeng Meta ML dengan Dik Jhony berapa kali seminggu?” lanjutku. “ Paling sekali ya kadang dua kali Mbak ” jawabnya. “Kalau ML apa saja yang jeng Meta lakukan ?” tanyaku lagi. “Ya biasa Mbak bercumbu terus gitulah..! Terus selesai ya sudah begitu aja ” jawabnya. “ Lho ya sudah gimana to jeng, mestinya kan ada pemanasan, permainan terus pendinginan dan apakah jeng Meta selalu dapat mencapai puncak ?” “Itulah Mbak masalahnya, saya sering ditinggal menggantung ” jawabnya sambil menerawang. “ Terus” “Ya kalau sudah begitu paling saya yang uring-uringan dan biasanya cuma bisa melampiaskan ke pekerjaan rumah Mbak ” terusnya. “Nah itulah jeng bedanya, Mbak dengan Mas Pujo selalu puncak bahkan berkali-kali lho ” jawabku. Kulihat wajahnya nampak takjub dan kelihatan rasa ingin taunya yang terpancar dari matanya.
“Jeng ML itu kalau dilakukan dengan benar dan senang hati bisa membuat kita awet muda, karena kerja hormon-hormon dalam tubuh kita jadi optimal ” lanjutku menjelaskan bak seaorang dokter. “ Oooh itu to Mbak rahasianya.. !” celetuknya. “Makanya saya bilang, meskipun Mbak kasih tahu kan jeng Meta belum tentu bisa.. Bahkan.. ” jelasku sengaja memancing reaksinya. “ Bahkan apa Mbak.?” Tanyanya nggak sabar. “ Bahkan kalau jeng Meta Mbak suruh belajar sama Mas Pujo juga belum tentu mau ” lanjutku sambil berbisik. “Ahh Mbak” jawabnya sambil mencubit lenganku. Cerita kami berakhir dengan berakhirnya acara arisan, sebelum pergi Meta sempat berbisik sewaktu-waktu mau konsultasi kujawab ya kapan saja. Bahkan kubisiki nanti belajar langsung aja ama Mas Pujo. Seminggu setelah itu ketika itu jam 19.00 malam, Duta baru datang dari Jakarta sedang aku lagi ada tamu jepang jadi aku bermaksud memberi blowjob Duta sedang Mas Pujo masih malas-malasan didekat kami berdua, tiba-tiba telepon berdering, karena aku dan Duta sudah hampir telanjang maka Mas Pujo yang mengangkat telepon. “Halo selamat malam” salam Mas Pujo, aku nggak tahu apa jawaban disebelah sana, tapi, “ Ya benar, mau bicara dengan Mbak Rien..?
Sebentar ya, dari siapa? Meta! Oh jeng Meta, Meta Jhony ?” tanya Mas Pujo, mendengar itu aku bangkit, Duta terpaksa melepaskan dekapannya padaku. Sebenarnya skenario ini aku yang buat, karena aku ingin Meta dapat main kerumah sehingga kuminta Mas Pujo menugaskan Jhony keluar kota untuk supervisi selama 3 hari. “Halo jeng Meta kok tumben nelpon malam-malam ” sapaku memulai percakapan. Kami ngomong panjang lebar sampai akhirnya menyinggung pembicaraan kami di arisan dulu. Kuulangi tawaranku untuk belajar pemanasan dengan Mas Pujo, atau melihat saja kami yang mempraktekkannya berdua. Meta penasaran masa aku dan Mas Pujo mau bercinta dilihat orang lain, kujawab bahwa aku hanya bisa kalau orangnya itu Meta, lain tidak lagian cuma sebatas cara- cara pemanasan. Meta rupanya mulai panas akhirnya kuulangi lagi tawaranku dan jawabannya. “Iya Mbak BT nih anak-anak sudah pada tidur, Mas Jhony dinas luar ” jawabnya. “Ya sudah to main aja ke rumah, kami semua sedang nggak ada kegiatan kok lagian masih sore ” jawabku. “Tapi Mbak,” “Apa?” “Aku malu sama Mas Pujo, ..” jawabnya. “ Nggak pa-pa kami cuma berdua kok, jangan kuatir nanti pulangnya kami antar” jawabku. “ Baiklah Mbak tapi janji lho.. nggak usah dipraktekin sama aku.. ” pintanya mengakhiri pembicaraan. Setelah itu kami tutup pembicaraan, rumah Meta kira-kira 15 menit dengan naik kendaraan. Kuminta Duta bersabar dan sembunyi di kamar sementara aku dan Mas Pujo yang akan menerima Meta. Rencana ini pernah kuutarakan sebelumnya sama suami- suamiku.
Kira-kira 25 menit kami menunggu ada orang memencet bel pintu pagar, Mas Pujo yang saat itu cuma pakai piyama tanpa dalaman yang membukakan pintu. “Malam Mbak,” sapa Meta begitu masuk pintu rumah diiringi Mas Pujo. Meta pakai baju agak ketat sehingga dadanya yang membusung kelihatan samar tapi saya yakin laki-laki manapun akan penasaran ingin tahu isinya, apalagi dengan kancing depan dan belahan dada yang agak kebawah sedang bawahan ia pakai celana jean tampak seksi sekali bokongnya. “Malam, wah.. Jeng Meta nggak nyagka lho kalau bisa main kerumah nggak kesasarkan ?” tanyaku. Setelah menyilahkan Meta duduk kami ngobrol ngalor- ngidul sampai juga akhirnya menyinggung masalah ranjang, Mas Pujo dapat melihat air muka Meta yang jengah tahu kalau ia juga mulai terpancing birahinya. Karena omongan kami yang merangsang saraf telinga Meta dan kami tetap tidak mengatakannya secara vulgar, tanpa terasa jam menunjukkan angka 9 malam, Meta gelisah. “Mbak sudah malam nih Meta mau mohon pamit ” pintanya tapi matanya nampak sayu. “ Jangan dulu katanya pingin belajar rahasianya Mbak ” jawabku sambil memandang Mas Pujo penuh arti. “ Ah Mbak.. Malu ah sama Mas Pujo ” Aku mendekati Mas Pujo dan kucium dia dibibirnya denga mesra dan lembut. “Nggak pa-pa kan Mas?” pintaku Mas pujo menganggangguk sambil memelukku, kami berciuman, dan saling raba di depan Meta, sementara Meta kulihat merah padam mukanya melihat adegan kami, meskipun demikian aku melakukannya dengan halus dan hati-hati sekali.
https://goo.gl/eNkQDB
“Beginilah kami melakukannya jeng, ” kataku menjelaskan seperti dosen aja. “ Ah.. Mbak, Meta jadi bingung nih.., Meta pulang aja ya Mbak ” pintanya tapi nggak beranjak. “ Ayolah.. nggak pa-pa” kami berpelukan mendekati Meta yang mulai kayak cacing kepanasan. Mas Pujo tahu keadaan segera mendekat sehingga duduk berdampingan di sofa panjang yang diduduki Meta, terus dipegangnya kedua tangan Meta, Meta menunduk malu-malu. “Mbak.. Tapi cu ma se ba.. tas cara pemanasan aja lho Mbak ” pintanya sambil memandangku. “ Ya, Mas cuma akan memperlihatkan cara pemanasan saja sama jeng Meta ” jawab Mas Pujo sabar. Perlahan disentuhnya dagu Meta dipandangnya matanya dalam-dalam penuh perasaan, mendapat perlakuan seperti itu dari Mas Pujo Meta memejamkan mata, perlahan Mas Pujo mencium bibirnya tanpa melumatnya. Ahh! Meta mendesah, diulanginya ciuaman itu oleh Mas Pujo dengan menempelkan bibirnya agak lama, Meta mulai bereaksi dengan mengulum bibir Mas Pujo dan Mas Pujo mulai meningkatkan aksinya, tangannya berpindah ke bawah ketiak Meta dan menarik badan Meta kepelukannya. Semua ini dilakukan di sofa ruang tamu, sambil duduk bedempetan. Mas Pujo mulai meraba dada Meta yang membusung, dan Meta mulai mendesah-desah mereka masih berciuman saling lumat dan saling hisap (urusan bersilat lidah memang Mas Pujo sangat lihai). Setelah hampir sepuluh menit mereka saling raba Mas Pujo meningkatkan aksinya dari meraba bagian luar terus melepas kancing atas baju Meta jari-jari tangannya mulai menyisir pinggiran BHnya menuju ketengah. Meta melenguh seperti sapi disembelih begitu tangan Mas Pujo mancapai putingnya dan menjepinya dengan dua jari. Sementara itu mulut Mas Pujo mulai merambat ke bawah ke arah belahan dadanya yang sekal. Tanpa disadari Meta tangan kanan Mas Pujo telah menyelinap ke punggung Meta dan melepaskan kait BH Meta maka tampaklah buah dada Meta yang kencang dan menantang, tanpa membuang kesempatan langsung Mas Pujo melumat putingnya. Meta mulai tak dapat mengendalikan diri, dia lupa dengan janjinya sendiri, tangannya secara reflek menggerayang bagian depan Mas Pujo dan mulai melakukan pijatan-pijatan halus mulai dada, pusar dan terus ke bawah pusar.
 https://goo.gl/eNkQDB
Tanpa menolak Mas Pujo malah memberi kesempatan pada Meta menyorongkan badannya, sambil mulutnya tetap bergelayut di puting Meta, tapi tanggannya sudah mulai menarik resleting celana jeannya. Meta tak henti-henti mendesah, perlahan aku ke saklar lampu kukecilkan sehingga suasana tampak redup dan makin romantis. Meta sudah meluruskan kakinya di sofa sambil kepalanya bersandar di tanganan sofa, sementara tinggal mengenakan CD warna merah, Mas Pujo belum melepaskan piayamanya dengan posisi diatas Meta tapi batangnya sudah nampak mengacung karena diurut-urut Meta. Perlahan Mas Pujo menggigit pinggiran CD Meta dan menariknya kebawah sehingga bugil Meta masih tenang mungkin karena melihat Mas Pujo tidak melepaskan piyamanya. Mas Pujo mulai mejilati perut Meta turun ke arah pusar terus menciuminya dan meleletkan lidahnya kebawah mencium rambut kemaluan Meta, diperlakukan begitu Meta meracau tak karuan. “Aduh Mas.. Mbak Meta nggak tahan.. oh Mas Pujo ” Aku memberi kode pada Duta, saat itu Mas Pujo telah membenamkan mukanya di selangkangan Meta, menjilati klitoris Meta, Meta dengan posisi membuka kedua pahanya pinggulnya terganjal pegangan kursi sehingga sekarang kepalanya berada dibawah. Dengan posisi ini maka nampaklah gundukan bukit venus yang indah dan merekah merah sehingga memudahkan untuk penetrasi. Perlahan Mas Pujo mundur dan Duta yang telah telanjang bulat maju dengan palkon siap serbu, Meta masih tenggelam dalam kenikmatan yang didapatnya hampir satu jam dicumbu Mas Pujo, tidak menyangka bahwa ada pergantian posisi dibawah. Duta langsung mengenggam palkonnya dan mengarahkan ke lubang surga Meta, dengan presisi Duta menghentak dan bles..!
“Ahh Mas aku nggak mau.. nggak mau ” sambil meronta tapi secepat kilat aku membelai dan mengulum putingnya, sedang Duta langsung mengunci kaki Meta maka Meta hanya bisa mendesis dan mau berontak tapi karena serangan rasa nikmat yang luar biasa ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ahh Mbak.. Mas.. Kalian curang aduhh.. Oh.. Kenapa ini ohh.. Ohh.. Mbak aku nggak tahan.. Nggak ta.. Hhaan.. ”jerit Meta sambil mengejang nafasnya memburu seluruh otot-otot badanya meregang pertanda orgasme sampai. Duta mengimbangi dengan kocokan-kocokan perlahan dan teratur bahkan dibiarkannya Meta menikmati orgasmenya yang pertama yang hampir membuatnya tak sadarkan diri. Setelah nafas Meta aga teratur perlahan Duta mulai memompa karena itu perlahan Meta mulai membuka matanya dan.. “HAAH Mbak kok bukan Mas Pujo.. !” teriaknya panik sambil mau berontak tapi kuncian Duta dan kocokan-kocokan palkon Duta di memeknya membuat dia tak berdaya. “ Gimana Mbak? Aku nggak mau Mbak, aku mau sama Mas Pujo saja, ” teriaknya lagi. “Tenang jeng, tenang..!” kucoba menenangkannya, sambil kukedipi Mas Pujo untuk siap-siap menggantikan posisiku. Mas Pujo mendekat dan mulai melumat puting Meta yang sebelah kiri sementara tangan kirinya meremas- remas puting yang sebelah kanan. Mendapat serangan bertubi-tubi dari bawah dan atas Meta menjadi naik birahi lagi.. “Ahh.. Mbak, Mas gimana ini kok begini to, ahh nikmat Mbak.. Meta nggak tahan Mas, ayo terus Mas.. Yang keras.. ” ceracaunya Meta mengejang lagi menapaki orgasmenya yang kedua. Dutapun tampak mulai berkerenyit dahinya dan makin keras kocokannya, pertanda mau mencapai orgasme maka cepat-cepat aku tarik sementara Mas Pujo langsung menggantikan posisi Duta mengocok vagina Meta dengan palkonnya tanpa memberi kesempatan pada Meta untuk mengatur nafas. Kucium dan kukulum kepala kontol Duta di depan Meta sambil mengocok- ngocok batangnya.. Dan.. Creett.. Crett.. Cret.. Kuminum sperma Duta yang tumpah dimulutku. Meta melihat semua itu sambil mendelik menahan nikmat karena kocokan Mas Pujo. Setelah hampir setengah jam mereka saling genjot akhirnya mulai ada tanda- tanda Mas Pujo dan Meta akan mencapai puncaknya dan.. “Aaahh Mas aku nggak kuat.. Aku.. ” begitu teriak Meta menapaki orgasmenya yang ketiga. Mas Pujo memberi kesempatan untuk mengambil nafas sambil sesekali masih mengocok vagina Meta pelan-pelan. “Sini Mas.. Sini Mas..” pinta Meta pada Mas Pujo sambil tangannya menggapai-gapai. Mas Pujo mengakhiri kocokannya dan mencabut kontolnya dan menyorongkannya ke mulut Meta, sambil tetap tiduran terlentang di sofa dikulumnya kontol Mas Pujo yang sudah bengkak dan berenyut-denyut. Akhirnya.. Crett.. Crett.. Crett Muncratlah sperma Mas Pujo di mulut Meta, Meta menelannya sambil membeliakkan mata, mungkin belum biasa tapi kemudian dijilatinya sisa-sisa sperma diujung kontol Mas Pujo. Setelah itu mereka bertiga istirahat mengatur nafas, sambil menikmati sisa-sisa orgasme yang mereka alami. Meta mengerling padaku.
Waktu itu sudah jam 11-an malam. “Mbak Rien nakall..!” rengeknya manja, sambil memukul bahuku. “ Lho kan jeng Meta sendiri yang keterusan.. ” jawabku. “Ahh Mbak ni lho, Meta jadi malu ama Mas Pujo.. Eh.. Mas yang satu siapa Mbak?” tanyanya sambil mengerling ke Duta. “ Adiknya Mas Pujo! Duta” jawabku. “ Jeng Meta mau pulang..?” tanyaku lagi. “ Ya deh Mbak, sudah malam nih nanti anak-anak mencari” jawabnya. Aku dan Duta mengantar Meta pulang sedang Mas Pujo tunggu rumah, di jalan Meta berterimakasih sama Duta, katanya baru kali ini dia mengalami multiorgasme yang selama ini hanya angan- angan saja. Meta bahkan berani mencium Duta di depanku saat ia turun dari mobil. Setelah mengantar Meta pulang aku mendapat ciuman istimewa dari Mas Pujo dan Duta katanya mereka tak pernah membayangkan wanita lain selama ini karena sebenarnya selama ini mereka sudah merasa cukup dengan pelayananku. Tapi hadirnya Meta membuat mereka tambah bahagia. Dan selama tiga hari mereka berdua selalu dapat memuaskan Meta bahkan saat hari terakhir Meta minta nginap dirumah dan mereka main sampai empat kali. Sebagai isteri aku tetap gelisah melihat keperkasaan mereka berdua, namun hadirnya Meta dapat sedikit mengobati kegelisahanku. Pembaca yang budiman sampai saat ini sudah hampir satu tahun aku Meta, Duta dan Mas Pujo tanpa Jhony melakukan ini. Meta tambah rajin memelihara dirinya dan ia makin berbinar ia sangat menyenangi Mas Pujo walau demikian kami semua bahagia.
https://goo.gl/eNkQDB